Desa Taman, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung – Dalam upaya meningkatkan sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa sekaligus mempererat tali persaudaraan antar pelayan umat Hindu di Desa Taman, Pemerintah Desa Taman menyelenggarakan kegiatan Darmayatra bagi para Pemangku, Serati Banten, dan Perangkat Desa pada Sabtu, 24 Mei 2025. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk apresiasi Pemerintah Desa Taman kepada para Pemangku dan Serati Banten yang selama ini dengan penuh keikhlasan mengabdikan diri dalam melayani kegiatan keagamaan di masing-masing desa adat dan pura.
Darmayatra merupakan perjalanan spiritual yang bertujuan untuk meningkatkan keimanan, memperdalam nilai-nilai keagamaan, serta mempererat hubungan antarumat melalui persembahyangan bersama di tempat-tempat suci. Dalam kegiatan kali ini, rombongan mengunjungi tiga pura yang memiliki nilai sejarah dan spiritual yang tinggi di Bali, yaitu Pura Segara Rupek, Pura Pulaki, dan Pura Melanting yang berada di wilayah Kabupaten Buleleng.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan pelatihan bagi Pemangku dan Serati Banten se-Desa Taman yang sebelumnya telah diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Taman. Setelah memperoleh pembinaan dan peningkatan kapasitas dalam menjalankan tugas pelayanan keagamaan, para peserta diajak mengikuti Darmayatra sebagai bentuk penyegaran rohani sekaligus penghargaan atas dedikasi mereka dalam menjaga kelestarian adat, agama, dan budaya Bali.
Rombongan berangkat sejak pagi hari dengan penuh semangat dan suasana kekeluargaan. Perjalanan menuju lokasi Darmayatra dimanfaatkan sebagai ajang mempererat komunikasi antara Pemangku, Serati Banten, serta perangkat desa yang selama ini memiliki peran masing-masing dalam melayani masyarakat.
Setibanya di Pura Segara Rupek, seluruh peserta melaksanakan persembahyangan bersama dengan khidmat. Pura ini dikenal sebagai salah satu pura penting yang berada di kawasan ujung barat Pulau Bali dan menjadi tempat memohon keselamatan, perlindungan, serta keseimbangan alam. Dalam suasana yang penuh ketenangan, seluruh peserta memanjatkan doa agar diberikan kesehatan, kekuatan, dan kerahayuan dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat.
Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Pura Pulaki, salah satu pura kahyangan jagat yang memiliki nilai sejarah tinggi dalam perkembangan agama Hindu di Bali. Di pura ini, seluruh peserta kembali melaksanakan persembahyangan bersama sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus memohon tuntunan agar senantiasa diberikan kebijaksanaan dalam menjalankan tugas sebagai pelayan umat.
Destinasi terakhir adalah Pura Melanting, yang dikenal sebagai tempat memohon kelancaran rezeki, kemakmuran, dan kesejahteraan. Dengan penuh kekhusyukan, para peserta memohon agar masyarakat Desa Taman senantiasa diberikan kesejahteraan, keharmonisan, dan keberkahan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Selain menjadi perjalanan spiritual, kegiatan Darmayatra ini juga memberikan kesempatan bagi para Pemangku dan Serati Banten untuk saling mengenal lebih dekat. Selama ini mereka lebih banyak menjalankan tugas di pura maupun banjar adat masing-masing sehingga kesempatan untuk berkumpul dalam satu kegiatan relatif terbatas. Melalui Darmayatra, mereka dapat berbagi pengalaman, berdiskusi, serta memperkuat hubungan persaudaraan antarsesama pelayan umat.
Suasana kebersamaan sangat terasa sepanjang kegiatan berlangsung. Para peserta saling membantu, berbincang, dan berbagi pengalaman mengenai tugas mereka dalam melayani upacara keagamaan di lingkungan masing-masing. Hal tersebut menjadi nilai tambah yang memperkuat semangat kebersamaan dan rasa saling mendukung dalam menjalankan pengabdian.
Perbekel Desa Taman, I Gusti Made Sudarpa, S.Sos., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk perhatian dan penghargaan Pemerintah Desa kepada para Pemangku dan Serati Banten yang selama ini telah mengabdikan diri dengan penuh ketulusan. Menurut beliau, keberadaan Pemangku dan Serati Banten memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kelangsungan pelaksanaan upacara adat dan keagamaan di Desa Taman.
Beliau juga menyampaikan bahwa sebagian besar Pemangku dan Serati Banten di Desa Taman telah memasuki usia lanjut. Meskipun demikian, semangat mereka untuk ngayah atau mengabdi kepada masyarakat dan pura tidak pernah surut. Oleh karena itu, Pemerintah Desa Taman merasa perlu memberikan ruang bagi mereka untuk memperoleh pembinaan, penghargaan, sekaligus kesempatan melakukan perjalanan spiritual bersama.
“Darmayatra ini kami harapkan tidak hanya menjadi perjalanan untuk bersembahyang, tetapi juga menjadi momentum mempererat persaudaraan antar Pemangku dan Serati Banten se-Desa Taman. Semoga setelah kegiatan ini mereka semakin bersemangat dalam menjalankan tugas ngayah serta terus menjaga kelestarian adat, budaya, dan ajaran agama Hindu di lingkungan Desa Taman,” ujar Perbekel.
Beliau juga berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk pembinaan spiritual sekaligus apresiasi kepada para tokoh agama dan pelayan adat yang telah memberikan pengabdian tanpa mengenal lelah.
Para peserta mengaku sangat bersyukur dan bahagia dapat mengikuti kegiatan tersebut. Selain memperoleh kesempatan untuk sembahyang bersama di pura-pura suci di Bali, mereka juga merasakan manfaat besar dari kebersamaan yang terjalin selama perjalanan. Banyak peserta menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini memberikan semangat baru dalam menjalankan tugas pelayanan di desa masing-masing.
Darmayatra ini menjadi bukti nyata bahwa Pemerintah Desa Taman tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memberikan perhatian terhadap pembangunan mental, spiritual, dan pelestarian nilai-nilai budaya serta keagamaan. Keharmonisan antara pemerintah desa, tokoh agama, dan masyarakat merupakan fondasi penting dalam menciptakan kehidupan desa yang damai, rukun, dan sejahtera.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Desa Taman berharap semangat kebersamaan, rasa kekeluargaan, dan nilai-nilai pengabdian yang dimiliki para Pemangku dan Serati Banten terus tumbuh dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Dengan memperkuat nilai spiritual serta menjaga tradisi ngayah, Desa Taman diharapkan tetap menjadi desa yang harmonis, religius, dan mampu menjaga kelestarian budaya Bali di tengah perkembangan zaman.
Kegiatan Darmayatra tahun 2025 ini menjadi momentum berharga yang mempertemukan para pelayan umat dalam suasana penuh kekeluargaan dan bhakti. Semoga semangat kebersamaan yang terjalin selama perjalanan ini terus menjadi inspirasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjaga keharmonisan kehidupan beragama di Desa Taman.



