Desa Taman, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung – Pemerintah Desa Taman kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui penyelenggaraan Kelas Balita Tahun 2025 yang dilaksanakan selama tiga hari, pada 22, 23, dan 24 Juli 2025. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata dalam meningkatkan pengetahuan para orang tua mengenai pentingnya perawatan balita sejak usia dini guna mendukung tumbuh kembang anak yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Kegiatan Kelas Balita secara resmi dibuka oleh Perbekel Desa Taman, I Gusti Made Sudarpa, S.Sos., serta dihadiri oleh Ketua BPD Desa Taman, Ketua TP PKK Desa Taman, kader Posyandu, tenaga kesehatan dari UPTD Puskesmas IV Abiansemal, perangkat desa, dan para orang tua yang memiliki bayi maupun balita di Desa Taman.
Balita merupakan anak yang berusia sejak lahir hingga sebelum mencapai usia 59 bulan. Masa ini dikenal sebagai masa emas (golden period) karena merupakan periode yang sangat menentukan pertumbuhan fisik, perkembangan otak, kemampuan belajar, serta pembentukan karakter seorang anak. Pada masa inilah seorang anak membutuhkan perhatian penuh dari orang tua, baik dalam pemenuhan gizi, kesehatan, kasih sayang, maupun stimulasi perkembangan.
Setiap anak adalah anugerah yang dipercayakan Tuhan kepada orang tua. Kehadiran buah hati menjadi kebahagiaan yang selalu dinantikan oleh setiap keluarga. Oleh karena itu, menjaga kesehatan, memberikan asupan gizi yang seimbang, serta menciptakan lingkungan yang aman dan penuh kasih sayang merupakan tanggung jawab bersama agar anak dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat dan berkualitas.
Melalui penyelenggaraan Kelas Balita ini, Pemerintah Desa Taman ingin memberikan edukasi kepada para orang tua agar memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai cara merawat bayi dan balita sesuai dengan standar kesehatan. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga tumbuh kembang anak dapat berlangsung secara optimal.
Dalam kegiatan ini, para peserta memperoleh berbagai materi edukasi yang disampaikan langsung oleh tenaga kesehatan dari UPTD Puskesmas IV Abiansemal. Materi yang diberikan disusun berdasarkan kebutuhan para orang tua dalam merawat bayi dan balita, sehingga mudah dipahami dan dapat langsung dipraktikkan di rumah.
Beberapa materi yang disampaikan antara lain mengenai cara merawat bayi dan balita yang benar, mulai dari menjaga kebersihan tubuh anak, pentingnya imunisasi, pemberian ASI eksklusif, hingga menciptakan lingkungan yang sehat bagi pertumbuhan anak.
Selain itu, tenaga kesehatan juga menjelaskan mengenai penyakit yang paling sering dialami balita, seperti infeksi saluran pernapasan, diare, demam, gangguan kulit, serta berbagai penyakit lain yang umum terjadi pada anak usia dini. Orang tua diberikan pemahaman mengenai gejala awal penyakit, langkah penanganan pertama, serta kapan harus segera membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Materi berikutnya membahas strategi pemberian makan bayi dan balita. Asupan gizi yang cukup dan seimbang merupakan faktor utama dalam mendukung pertumbuhan anak. Para orang tua diberikan penjelasan mengenai pentingnya pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) yang bergizi, variasi menu sesuai usia anak, jadwal makan yang teratur, serta cara mengatasi anak yang mengalami kesulitan makan atau memilih-milih makanan.
Peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak. Orang tua diajak memahami pentingnya menimbang berat badan, mengukur tinggi badan, serta memantau perkembangan kemampuan motorik, bahasa, sosial, dan emosional anak secara rutin melalui Posyandu maupun fasilitas kesehatan lainnya. Dengan pemantauan yang teratur, setiap gangguan pertumbuhan dapat dideteksi lebih dini sehingga penanganannya dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.
Tidak kalah penting, materi mengenai kesehatan gigi dan mulut anak juga menjadi bagian dari kegiatan ini. Para orang tua diberikan pengetahuan tentang cara menjaga kebersihan gigi sejak dini, waktu yang tepat untuk mulai menyikat gigi anak, pentingnya mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis secara berlebihan, serta perlunya pemeriksaan gigi secara berkala untuk mencegah kerusakan gigi pada anak.
Seluruh materi yang disampaikan mendapat perhatian besar dari para peserta. Suasana kelas berlangsung interaktif karena para orang tua diberikan kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan tenaga kesehatan mengenai berbagai permasalahan yang sering mereka hadapi dalam merawat bayi dan balita. Berbagai pertanyaan mengenai pola makan, kesehatan, imunisasi, hingga perkembangan anak dijawab secara langsung sehingga peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik.
Kegiatan Kelas Balita ini juga menjadi bagian dari dukungan Pemerintah Desa Taman terhadap program nasional percepatan penurunan angka stunting. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dalam jangka waktu yang panjang. Dampaknya tidak hanya terlihat pada tinggi badan anak yang lebih pendek dibandingkan usianya, tetapi juga dapat memengaruhi perkembangan otak, kemampuan belajar, produktivitas, hingga kualitas kesehatan ketika dewasa.
Oleh karena itu, pencegahan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi memerlukan kerja sama seluruh pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, hingga keluarga sebagai lingkungan pertama bagi anak.
Melalui Kelas Balita, Pemerintah Desa Taman berharap para orang tua semakin memahami bahwa pemenuhan gizi yang baik, pola asuh yang tepat, kebersihan lingkungan, imunisasi lengkap, serta pemeriksaan kesehatan secara rutin merupakan langkah-langkah penting dalam mencegah stunting dan berbagai masalah kesehatan lainnya.
Perbekel Desa Taman dalam sambutannya mengajak seluruh orang tua untuk memanfaatkan kegiatan ini sebagai sarana menambah ilmu dan berbagi pengalaman. Menurut beliau, investasi terbaik yang dapat diberikan kepada anak adalah memastikan mereka tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki masa depan yang lebih baik. Pemerintah desa akan terus mendukung berbagai program kesehatan yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Di akhir kegiatan, para peserta menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Kelas Balita karena memberikan banyak pengetahuan baru yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mereka berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin sehingga semakin banyak orang tua yang memperoleh edukasi mengenai kesehatan ibu dan anak.
Melalui penyelenggaraan Kelas Balita Tahun 2025, Pemerintah Desa Taman kembali menegaskan komitmennya dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Dengan sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, serta seluruh masyarakat, diharapkan angka stunting dapat terus ditekan sehingga setiap anak di Desa Taman memperoleh kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.
Anak yang sehat adalah investasi bagi masa depan desa, daerah, dan bangsa. Mari bersama-sama menjaga tumbuh kembang anak sejak dini demi mewujudkan generasi Desa Taman yang sehat, cerdas, berkarakter, dan bebas stunting.



